Minggu, 12 Juli 2015

Alun-alun Sentra Kuliner Kabupaten Batang

Setelah dilakukan perombakan wajah alun-alun Batang yang menjadi pusat destinasi masyarakat Kabupaten Batang, keramaian pun bertambah semarak. Alun-alun juga kini menjadi tempat favorit bagi pedagang kaki lima untuk menjajakan makanan.

Wajah alun-alun yang semula terkesan kumuh dan tidak terawat, kini menjadi bersih dan tertata pedagang kaki lima dan tempat mainan anak-anak. Hal itu memang sudah seharusnya, karena sebagai perwajahan sebuah kota, alun-alun harus menjadi tempat yang nyaman bersih dan indah yang menjadi prioritas.
Batang sendiri memiliki jalur pantura yang dilintasi kendaraan dari berbagai daerah, sehingga nyaris jalur pantura tidak pernah sepi lalu lalang kendaraan, sehingga alun-alun sebagai tempat wisata kuliner yang memiliki potensi wisata kuliner bagi pelancong beristirahat untuk mampir makan.

“Di sini makanan apa aja ada, untuk makanan khas nasi megono tidak hanya satu pedagang, bagi penikmat makanan khas Batang tidak susah carinya,” kata Nety salah satu pelancong.

Selain banyak pilihan makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima, bagi keluarga yang memilki anak kecil juga bisa sambil momong anak, karena di alun-alun juga banyak permainan, misalnya saja seperti odong-odong. Apalagi pada saat arus mudik seperti sekaran ini, jika pemudik ingin berbuka maupun sahur bisa mampir di alun-alun.

Tak hanya warga asli Batang, para pengendara yang melintasi jalur pantura banyak yang beristirahat dan makan di pusat kuliner alun – alun. Seperti Dani dari Jakarta yang sempat mampir kuliner di area alun-alun. Dani mengaku senang mencicipi masakan khas Baang yaitu nasi megono.

“Ini pas kebetulan lewat mau mudik, sekalian mampir nyari makan. Ternyata ada makanan khas yaitu nasi megono, setelah mencicipi ternyata lumayan enak,” tutur Dani.

Mungkin yang merupakan pedagang nasi megono makanan khas Batang mengatakan bahwa para pedagang mengucapkan terima kasih sekali kepada pemerintah yang telah membangunkan selter alun-alun dan menjadikan wisata kuliner, sehingga hal tersebut menambah keramaian pengunjung di alun-alun.

Kuliner di alun-alun hanya ada di sore dan malam hari. Sebab, di pagi dan siang hari, alun-alun hanya diperbolehkan untuk kegiatan publik dan pemerintahan, seperti upacara, pameran dan sebagainya. Untuk mencicipi aneka hidangan, sore hari semua pedagang sudah menggelar dagangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar