Mudik Lebaran tidak hanya identik dengan bermaaf-maafan dan menjali silaturahmi saja. Namun banyak yang memanfaatkan kesempatan itu untuk melepas rindu dengan kampung halaman. Mencari tempat wisata kenangan masa kecil atau kuliner khas, biasanya menjadi tujuan mereka sambil mengisi liburan.
Untuk pemudik yang kebetulan pulang ke Purworejo, ada makanan khas yang tidak boleh mereka lupakan, Sate Winong. Sate terbuat dari daging kambing muda, dengan bumbu kecap khas dan irisan daun jeruk, semakin menggugah selera.
Sate yang berasal dari wilayah Winong di Kecamatan Kemiri itu menjadi salah satu klangenan yang memang sudah demikian terkenal. Tidak heran selama musim lebaran, warung penjualannya selalu dipadati konsumen, dengan omzet ribuan tusuk perhari.
Mengapa Sate Winong menjadi klangenang? tentu karena rasanya yang nikmat dan hanya ada di Purworejo. "Sate Winong rasanya beda dengan sate lain, adanya irisan daun jeruk dan kecap bikinan sendiri memberikan rasa yang khas, juga ada cuka bikinan sendiri dari nira kelapa dan itu tidak ada di tempat lain," tutur Misbah, penjual Sate Winong di Desa Sutoragan Kemiri, kepada KRjogja.com, Minggu (19/7/2015).
Selain rasa, Sate Winong juga punya cerita. Pada masa awal kemunculannya tahun 1960-an, sate itu hanya dijajakan keliling desa oleh beberapa orang. Pedagang meracik semuanya sendiri, termasuk kecap yang lazimnya bagi pedagang sekarang adalaha membelinya dari toko.
Ternyata citarasa Sate Winong diterima masyarakat. Pedagang mulai kewalahan, sehingga beberapa membuat warung makan. "Ternyata sukses dan sekarang sate sudah ada di beberapa wilayah Purworejo, penjualnya juga warga Winong dan sekitarnya," ungkapnya.
Penikmat Sate Winong asal Banyumas Hartojo mengatakan, sate itu berbeda dengan yang ada di Banyumas atau asal Madura. "Beda sekali, terutama dari bumbunya, kalau penyajian dan harganya relatif sama, terjangkau kantong kami yang pas-pasan," katanya