Senin, 20 Juli 2015

Kuliner Khas Purworejo - Sate Winong

Mudik Lebaran tidak hanya identik dengan bermaaf-maafan dan menjali silaturahmi saja. Namun banyak yang memanfaatkan kesempatan itu untuk melepas rindu dengan kampung halaman. Mencari tempat wisata kenangan masa kecil atau kuliner khas, biasanya menjadi tujuan mereka sambil mengisi liburan.

Untuk pemudik yang kebetulan pulang ke Purworejo, ada makanan khas yang tidak boleh mereka lupakan, Sate Winong. Sate terbuat dari daging kambing muda, dengan bumbu kecap khas dan irisan daun jeruk, semakin menggugah selera.

Sate yang berasal dari wilayah Winong di Kecamatan Kemiri itu menjadi salah satu klangenan yang memang sudah demikian terkenal. Tidak heran selama musim lebaran, warung penjualannya selalu dipadati konsumen, dengan omzet ribuan tusuk perhari.

Mengapa Sate Winong menjadi klangenang? tentu karena rasanya yang nikmat dan hanya ada di Purworejo. "Sate Winong rasanya beda dengan sate lain, adanya irisan daun jeruk dan kecap bikinan sendiri memberikan rasa yang khas, juga ada cuka bikinan sendiri dari nira kelapa dan itu tidak ada di tempat lain," tutur Misbah, penjual Sate Winong di Desa Sutoragan Kemiri, kepada KRjogja.com, Minggu (19/7/2015).

Selain rasa, Sate Winong juga punya cerita. Pada masa awal kemunculannya tahun 1960-an, sate itu hanya dijajakan keliling desa oleh beberapa orang. Pedagang meracik semuanya sendiri, termasuk kecap yang lazimnya bagi pedagang sekarang adalaha membelinya dari toko.

Ternyata citarasa Sate Winong diterima masyarakat. Pedagang mulai kewalahan, sehingga beberapa membuat warung makan. "Ternyata sukses dan sekarang sate sudah ada di beberapa wilayah Purworejo, penjualnya juga warga Winong dan sekitarnya," ungkapnya.

Penikmat Sate Winong asal Banyumas Hartojo mengatakan, sate itu berbeda dengan yang ada di Banyumas atau asal Madura. "Beda sekali, terutama dari bumbunya, kalau penyajian dan harganya relatif sama, terjangkau kantong kami yang pas-pasan," katanya

Kue Cubit Green Tea Cisangkuy, Kuliner Mantap di Bandung

Kue cubit sejatinya bukanlah panganan yang asing lagi, dengan aneka bentuk sesuai cetakannya dan memiliki rasa original serta ber-toping seres coklat.

Tetapi kini, kudapan tradisional itu seolah mengalami rebranding dari yang semula hanya berpenampilan sederhana telah mengalami inovasi warna dan rasa, yakni rasa green tea, serta disajikan setengah matang atau masih meleleh.

Fenomena rasa green tea serta aneka macam toping mulai dari oreo, kitkat sampai toblerone membuat panganan ini seolah terlahir kembali dan menjadi “ngetren.

Salah satu penjual kue cubit green tea yang terkenal di Bandung yaitu “Kue Cubit Nu Sadaya” yang berada di Jalan Cisangkuy, Bandung, sebelah Taman Lansia, Jalan Diponegoro.

Tiga gerobak yang berukuran tidak terlalu besar dengan menggunakan tenda, setiap hari diserbu pembeli. Para pembeli pun harus sabar menunggu karena banyak pengunjung yang antre.

Sebenernya penjual kue cubit green tea tidak hanya di Jalan Cisangkuy saja, tetapi karena rasa yang enak dan populer di media sosial menjadikan panganan itu terkenal dengan kue cubit Cisangkuy.

Harga satu porsi kue cubit green tea dipatok mulai dari Rp8.000 sampai dengan Rp20.000 untuk yang spesial, di mana harganya bergantung pada toping yang dipilih.

Kehebohan kuliner ini membuat banyak orang datang untuk membeli kuliner tersebut, termasuk saat libur Lebaran seperti sekarang. Banyak pelanggan yang memesan setengah matang dengan paduan toping yang dipilih sendiri

Jumat, 17 Juli 2015

5 Kudapan Ringan Khas Betawi di Saat Lebaran

Hari raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen yang dinanti setiap tahunnya untuk berkumpul bersama dengan sanak dan saudara.

Tak hanya itu, di hari suci ini berbagai kudapan menggiurkan khas daerah masing-masing pun tersaji apik di setiap rumah.

Masyarakat Betawi adalah salah satunya yang mempunyai kudapan khas yang selalu ada di setiap momen lebarannya.
Selain menyajikan ketupat berserta sayur godok dan semur sebagai makanan berat, masyarakat Betawi juga mempunyai beberapa kudapan ringan khas Lebaran yang sudah tertata rapih di setiap meja tamunya sejak gema takbir mulai berkumandang.

Kudapan ringan yang pertama adalah Biji Ketapang. Kue yang terbuat dari tepung terigu, gula, dan kelapa ini mempunyai bentuk yang pipih mirip dengan biji pohon ketapang. Rasanya yang renyah, manis, dan gurih membuat kue ini selalu dinanti masyarakat Betawi di setiap hari raya idul fitrinya.

Menu kedua adalah kembang goyang. Kue yang berbahan dasar tepung beras ini dinamakan kembang goyang karena dibuat dengan cetakan khusus yang harus digoyangkan ketika mencetaknya di di dalam minyak panas.

Rasanya yang manis, gurih, sekaligus renyah siap memanjakan lidah setiap tamu yang berkunjung saat lebaran tiba.
Kue selanjutnya adalah kue satu. Kue tradisional Betawi ini terbuat dari kacang hijau yang disangrai kemudian ditumbuk dan dicetak dengan cetakan khusus.
Kue satu memiliki tekstur yang cukup unik, pada awal menggigit kue ini akan terasa keras ketika tetapi setelah itu akan terasa tekstur lembut dari si kacang hijaunya. Konon kue ini dinamakan satu karena proses pembuatannya yang harus dicetak secara tradisional satu per satu.
Selanjutnya kue khas Betawi yang ada di setiap lebaran adalah geplak. Kue berbentuk persegi panjang ini terbuat dari beras pera yang ditumbuk, lalu disangrai dan dicampurkan dengan kelapa juga gula pasir.

Kue ini bercitarasa manis dan memiliki tekstur yang lembut. Kue yang juga biasa menjadi hantaran pengantin Betawi ini keberadaannya sudah cukup langka dan tak semua rumah menyajikan kue geplak ini.

Kudapan ringan lainnya adalah kue talam. Kue yang terbuat dari tepung beras dan sagu ini dibuat dengan dua varian rasa yaitu manis dan asin.

Untuk kue talam yang manis biasa disebut dengan kue talam hijau. Sedangkan talam yang asin berwarna putih serta ditaburi bawang goreng dan ebi sebagai topping kue di atasnya.
Kue talam sendiri memiliki tekstur lembut juga legit yang akan memanjakan Anda di setiap suapannya

Kamis, 16 Juli 2015

Ke Tasikmalaya, Jangan Lewatkan Cicipi Kuliner Nikmat

Bisnis.com, TASIKMALAYA - Para pemudik dari Jawa bagian barat yang ingin menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur selatan, sudah pasti sering melewati Tasikmalaya.

Namun, pernahkah menyempatkan diri untuk berhenti dan menikmati beragam kekayaan kulinernya? Ada banyak makanan khas yang layak untuk dicoba, sekaligus untuk mengisi tenaga sebelum melanjutkan perjalanan mudik.

Bubur Ayam Tasik
Jika para pemudik menyempatkab diri untuk singgah di Tasikmalaya pada pagi hari, bubur ayam tasik bisa menjadi pilihan sebagai menu sarapan.

Ciri khas dari bubur ayam Tasik terlihat dari teksturnya yang tidak terlalu kental dan sedikit encer, dan ditaburi dengan topping yang lengkap, seperti ati ampela, cakue, tongcay, dan daging ayam, serta bawang daun.

Nasi Tutug Oncom
Sementara itu, nasi tutug oncom bisa menjadi menu pilihan jika pemudik sampai di Tasikmalaya pada siang hari.

Nasi tutug oncom nasi yang dicampur dengan oncom yang goreng atau dibakar dengan cara ditumbuk atau ditutug dalam Bahasa Sunda.

Biasanya nasi tutug oncom akan disajikan dengan sambal, lalapan segar, dan berbagai macam lauk, seperti tempe tahu goreng hingga ayam atau bebek yang dibakar atau digoreng.

Nasi Cikur
Selain nasi tutug oncom, menu utama yang di Tasikmalaya yang bisa dicoba adalah nasi cikur. Nasi Cikur merupakan nasi goreng dengan rasa kencur karena menjadi bumbu utama.

Rasanya tidak manis seperti nasi goreng biasanya, namun lebih asin, gurih dan harum karena aroma kencur yang khas. Biasanya akan dilengkapi dengan irisan telur dadar, ayam suwir, tahu goreng, serundeng dan acar wortel yang segar.

Sate Maranggi
Bagi penggemar daging, sate maranggi bisa menjadi pilihan yang pas saat menikmati kuliner di Tasikmalaya.

Sate maranggi diolah dari bahan dasar daging sapi yang dipotong besar. Bumbu utamanya adalah kecap yang ditambah potongan bawang merah, cabai merah dan rawit, tomat, dan juga merica.

Sate ini bisa disantap dengan nasi serra ditambah dengan saus kacang, sehingga selain rasanya yang nikmat juga bisa mengenyangkan dan bisa menambah energi.

Tahu Bulat
Jika sudah akan melanjutkan perjalanan mudik, tahu bulat bisa dibawa sebagai cemilan dan teman di perjalanan.
Makanan khas ini merupakan tahu yang dibentuk bulat seperti bola pingpong. Rata-rata tahu bulat disajikan dengan rasa ikan.

Liputan mudik ini terselenggara melalui kerjasama Bisnis Indonesia dengan Nissan Motor Indonesia.

Senin, 13 Juli 2015

Ini Tips Bagi Penderita Kolesterol Hadapi Makanan Lebaran

Kuliner lebaran dari www.Bisnis.com, JAKARTA - Kolesterol merupakan zat lemak yang disebut sebagai lipid dan mempunyai peran penting untuk menjaga tubuh agar tetap berfungsi secara normal.

Pada saat Lebaran, setiap orang harus mampu mengontrol makanannya karena makanan yang dikonsumsi terlalu berlebihan bisa menjadi faktor utama kolesterol melonjak tajam, terutama bagi individu yang sudah tahu mengidap kolesterol tinggi.

Kolesterol diproduksi di dalam hati dan juga dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan yang dikonsumsi.

Ari Fahrial Syam, Internist Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jaya mengatakan kolesterol diedarkan dalam darah dengan bantuan protein.

Ketika keduanya sudah bergabung akan membentuk lipoprotein yang terbagi atas kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dan kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL) yang dapat melarutkan kolesterol jahat.

Berlebihnya kadar kolesterol di dalam darah (hiperlipidemia) dapat berdampak buruk pada kesehatan. Bahkan, penderita biasanya tidak menyadari bahwa dalam tubuhnya sedang mengalami kadar kolesterol tinggi yang berbahaya.

“Kalau kadar kolesterol dalam darah sudah melebihi batas normal (150 - 200 mg), sebaiknya mulai waspada dan mengatur pola makan,” katanya.

Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak nabati saja dan perbanyak sayur dan buah.

Beberapa jenis asupan yang menjadi sumber lemak nabati, di antaranya alpukat, kacang kenari, kacang kedelai, kacang macadamia, dan tumbuhan laut.

Utamakan konsumsi makanan yang diproses dengan direbus dan dikukus.

Kemudian, kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti kuning telur, jeroan, dan makanan laut (udang, kepiting, dan cumi-cumi), termasuk gorengan, santan, dan keju.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Rumah Sakit Umum Bunda Marya Haryono mengatakan batas anjuran asupan kolesterol 200 gram per hari atau kurang lebih setara dengan satu kuning telur.

Penderita kolesterol bisa saja tidak memiliki gejala jika kolesterol sedang tinggi, tetapi menjaga asupan makanan dan cek kesehatan langsung kepada dokter adalah cara yang paling aman.

Utamakan konsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayur di sela hidangan yang bersantan atau daging.

Jaga status hidrasi dengan minum air putih yang cukup, bila perlu, konsumsi suplemen atau vitamin.

Jaga agar tubuh tetap bugar dengan selalu mencukupi kebutuhan tidur dan berolah raga, sehingga stamina terus terpelihara.

Sebelum beraktivitas, lakukan peregangan ringan di pagi hari. Berolah raga secara teratur sudah dibuktikan dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL, serta membantu membakar kolesterol atau lemak dalam tubuh menjadi energi.

Minggu, 12 Juli 2015

Kunjungi 10 Festival Kuliner Ini sambil berlibur ke Eropa

Jika mencoba mengetik kata "festival" di Google, maka muncul gambar yang tidak diinginkan seperti lumpur setinggi lutut, tenda bocor, dan burger yang menyeramkan. Bagi wisatawan yang bosan dengan semua ketidaknyamanan termasuk acara musik musim panas tradisional di Eropa, terdapat sebuah alternatif acara yang menawarkan kelezatan makanan.

Festival ini menawarkan makanan dengan jumlah yang melimpah. Berikut pilihan acara yang akan diselenggarakan. Tenang, tidak ada makanan yang tersaji di kotak styrofoam atau mendengarkan band indie kelas dua.

Alun-alun Sentra Kuliner Kabupaten Batang

Setelah dilakukan perombakan wajah alun-alun Batang yang menjadi pusat destinasi masyarakat Kabupaten Batang, keramaian pun bertambah semarak. Alun-alun juga kini menjadi tempat favorit bagi pedagang kaki lima untuk menjajakan makanan.

Wajah alun-alun yang semula terkesan kumuh dan tidak terawat, kini menjadi bersih dan tertata pedagang kaki lima dan tempat mainan anak-anak. Hal itu memang sudah seharusnya, karena sebagai perwajahan sebuah kota, alun-alun harus menjadi tempat yang nyaman bersih dan indah yang menjadi prioritas.

Kue KAH dari Kepulauan Seribu - Kekayaan Tradisi Kuliner Orang Pulo

Ada yang istimewa di Kepulauan Seribu saat bulan puasa, terutama menjelang Idul Fitri seperti saat ini. Di Pulau Kelapa di bagian utara Kepulauan Seribu, misalnya, beberapa jenis penganan khas bermunculan.

Warga memasak sendiri aneka makanan tradisional itu, seperti kue talam ikan, kue talam merah, dan kue kah. Kue talam ikan atau talam udang terbuat dari tepung beras yang dimasak hingga menjadi seperti agar-agar atau puding. Di atasnya diberi taburan abon ikan dan udang segar.