Jumat, 06 Mei 2016

Kuliner Bogor

Bosan menikmati jajanan kuliner di Jakarta dan ingin mencari suasana berbeda? Coba dech meluncur ke Kota Bogor. 

Di Kota Hujan ini, ada banyak lokasi kuliner khas yang dijajakan di pinggir jalan hingga tempat khusus seperti resto. Berikut beberapa tempat mengisi perut yang mungkin bisa jadi rekomendasi untuk dikunjungi saat Anda bertandang ke Bogor; 

1. Kedai Soto Ibu Rahayu (KSIR)
Kedai soto yang berada di Jl. Pajajaran No. 117 (Seberang RS Mulia) ini menyajikan soto yang unik dan berbeda dari yang pernah kamu coba, seperti Soto Wagyu yang berasal dari daging premium dan Soto Rica-rica yang pedasnya menggoda lidah. Untuk harga pun, santapan di kedai ini nggak terlalu mahal kok, kisarannya mulai dari Rp15.000 hingga Rp 48.000. 

2. Macaroni Panggang
Jika ingin mencicipi olahan masakan Italia di Bogor, Anda bisa kunjungi Macaroni Panggang di Jl. Salak No.24 Babakan. Konsep tempatnya juga cocok banget buat ngumpul bareng temen, keluarga maupun dengan pasangan. 

3. Iga Bakar Jogja
Mau nikmati santapan enak dan panorama tempo dulu, di Bogor ada lokasi kuliner Iga Bakar yang terletak di sekitar kawasan Air Mancur.  Di sini, Anda bisa menikmati Iga Bakar yang rasanya sangat pedas. Pokoknya, pas banget dech untuk menghangatkan badan di cuacda dingin Kota Bogor.

4. Pizza Kayu Bakar
Mungkin kita telah terbiasa dengan pizza domino, marzano pizza, paparons pizza atau PHD. Mau nyoba yang agak beda? Coba datang ke Kedai Kita di Jalan Pangrango nomor 21. Di Kedai ini Anda bisa merasakan pizza yang dibakar dengan menggunakan tungku kayu bakar sehingga menghasilkan rasa berbeda dibanding pizza yang ada ditempat lain. Toping Pizza bakar ini pun beragam seperti beef pepperoni, Hawaiian, BBQ smoked beef, tuna dan lain sebagainya. Dijamin, Anda akan merasakan sensasi rasa berbeda. 

5. Mie Janda 
Janda alias 'Jawa-Sunda' menjadi nama untuk menu mie yang ditawarkan di Kedai Mie Janda. Tempat makan ini, memang sudah cukup dikenal karena banyak cabangnya di luar Kota Bogor. Selain rasanya yang bsia bikin lidah bergoyang, makanan yang disajikan di kedai ini juag punay nama yang unik, seperti janda kembang, janda kaya dan lain sebagainya.

6. Dillenia Kitchen
Resto dan Cafe yang mengusung konsep ‘Delicious and Healthy Food ini menyajikan makanan dan minuman yang mengutamakan bahan segar, beras yang disajikan adalah beras organik dan tanpa tambahan vetsin/MSG.
Semua menu di Dillenia Kitchen ini memuat informasi nilai gizi yang terkandung dalam menu tersebut seperti kalori, karbohidrat, lemak, serat dan protein. Cocok buat Anda yang peduli dengan kesehatan.

Resto yang terletak di Jl. Pajajaran No 54, (Apotik Prima) seberang Hotel Pangrango Bogor ini, menyajikan berbagai menu makanan seperti Baked Rice(Salmon Baked Rice, Chicken Baked Rice, Smoked Beef Baked Rice & Mushroom Baked Rice), Mie Ayam topping Beef Burger, Beef Burger Mashed Potato, Nasi Liwet, Nasi Timbel dan masih banyak lagi.

7. Bapatong
Di Jalan Pangrango, ada juga lokasi wisata kuliner yang unik dan asyik. Namanya, Bapatong alias  bakso kupat gentong. Menu ini perpaduan antara bakso, ketupat dan daging sapi yang di potong-potong serta di beri kuah kaldu dari daging sapi. Hmm, kebayang kan bagaimana rasa dan bentuknya makanan ini?

Nah, itulah beberapa lokasi wisata kuliner yang mungkin bisa jadi alternatif Anda menikamti makanan berbeda di Kota Bogor. 

Sumber: http://skalanews.com/detail/kuliner/258361-Nikmati-Jajanan-Kuliner-di-Bogor

Soto Bogor pa Salam

Soto Bogor, tak lengkap rasanya apabila Anda ke Bogor melewatkan kuliner yang satu ini, di kota ini banyak sekali warisan kuliner Nusantara, salah satunya Soto Bogor Pak Salam yang legendaris.

Kali ini saya coba menyambangi salah satu tempat favorit para pemburu makanan enak rekomendasi dari salah satu teman.
Sore itu setelah seharian berkeliling di kota Bogor perut ini mendadak keroncongan.

Saya pun langsung meluncur ke tempat yang dituju berbekal GPS yang ada di smatphonesaya. Kebetulan Soto Pak Salam ini memang baru buka sore hari, maka saya pun langsung bergegas menuju Jalan Siliwangi (setelah perempatan Suryakencana – Gg. Aut), seberang Bank Mandiri.

Soto Bogor Pak Salam sudah kesohor akan kelezatannya sejak dulu, sehingga saya tidak sulit menemukannya. Saat itu jam belum menunjukkan pukul 5 sore, kali ini saya beruntung belum terlihat banyak antrean orang. Setelah jam 5 sore, pasti sudah kabis.

Untuk menikmati semangkok soto Pak Salam memang dibutuhkan kesabaran. Apalagi saatweekend para pembelinya bukan saja dari Bogor melainkan juga dari luar kota.

Saya pun bergegas menghampiri warung soto itu.Dan yang membuat saya cukup terkesan kikilnya benar-benar diolah dengan baik sehingga tampak putih bersih, jeroannya juga tak jauh berbeda. Khusus untuk daging, limpa dan paru sudah direbus bumbu hingga meresap lalu digoreng.

Warnanya kecokelatan dan garing. Saya pun langsung memilih sepotong paru,sepotong kikil dan sate kentang, kemudian mangkok diserahkan kepada Si Akang penjual untuk diiris kecil-kecil dan kemudian disiram dengan kuah soto yang mengepul panas. Aroma kuah soto yang mengepul dari panci seketika memenuhi tenda.

Semangkok soto berwarna kuning mengepul panas dan beraroma harum membuat terbit air liur. Sebelum menyeruputnya, saya pun mengaduk bumbu dan kecap yang mengendap di dasar mangkok. Sruup… asupan pertama sungguh membuat “jatuh cinta pada suapan pertama”, nyaris membuat saya tidak ingin berhenti.

Apabila dilihat  jenisnya Soto Bogor Pak Salam ini adalah soto berkuah kuning kental. Di Bogor sendiri ada dua versi, yaitu soto berkuah bening dan kuning. Kuah kuning tersebut sebenarnya berasal dari kunyit dan kentalnya berasal dari santan.

Jadi, buat Anda penggemar soto bogor, bolehlah di coba Soto Bogor Pak Salam ini. Legendaris dan Wueenak, murah pula. Total dengan yang dibungkus adalah 5 porsi soto dengan sate kentang plus perkedel, habis tak sampai Rp 150.000.

Hitungan yang cukup murah untuk semangkok kelezatan kuliner nusantara. Ditambah lagi keramahan sang penjaja yang merupakan generasi kedua pemilik kedai ini, dengan celotehan-celotehannya yang menjadi ciri khas.

Misalnya: "semangat" untuk pelanggan yang meminta tambahan nasi, "di-setel" untuk meminta pengunjung memilih sendiri isian sotonya, "monitor" menandakan pesanan kita sudah tercatat harganya,

"selamat" sebagai pengganti kata terima kasih begitu kita selesai membayar dan masih banyak yang lainnya. Sapaan ini hadir ke setiap pelanggan tanpa kecuali, menjadikan Soto Pak Salam memang tidak hanya hadir di lidah, tapi juga di hati para pelanggannya

Sumber: http://www.netralnews.com/news/nasional/read/5797/jatuh.cinta.pada.suapan.pertama.soto.bogor.pak.salam